
Untuk menjadikan roda berjalan dengan baik, kuat menghadapi lobang jalan kehidupan, menjaga keseimbangan sehingga sampai pada akhir tujuannya perlu roda yang kuat.
Bicara roda maka kekuatannya terletak pada jerujinya yang saling menyokong dengan kekuatan yang sama maka dari itu ukuran besar dan panjangnya mesti sama, jika tidak maka roda bisa tidak benar2 bulat sehingga jalannya roda bisa tidak seimbang.
Tingkat atau ukuran kesuksesan dan kebahagian setiap orang adalah sangat berbeda-beda dan sangat tergantung pada pribadi masing-masing dan cara menyikapi apa itu sukses dan bahagia. Namun bila seseorang bersikukuh bahwa ia sudah sukses maka pada saat itu ia telah gagal.” Mengapa? karena dengan sikap mental seperti itu maka sebenarnya ia telah berhenti berkembang” kata seorang ahli re-educator & Mind navigator - Adi W Gunawan. Sedangkan sukses sendiri adalah sebuah perjalan hidup
berdasarkan peta yang kita rancang sendiri.
Menelaah pendapat tersebut , setiap kita mengindentifikasi suskes atau mencapai bahagia dengan uang atau jabatan adalah sebuah definisi yang terlalu sempit.
Jadi pada saat seseorang mengatakan ia sukses sebenarnya adalah ia telah mencapai suatu tahap tertentu dalam perjalanan hidupnya.
Kembali ke roda kehidupan maka kita harus merancang berbagai aspek kehidupan agar hidup menjadi lebih seimbang seperti roda dan dapat berputar dengan mulus. Aspek-aspek kehidupan akan merupakan jeruji-jeruji dari pada roda tersebut yang harus mempunyai panjang sama. Aspek-aspek tersebut menurut saya : spiritual, finansial, bisnis-karir, keluarga, pengembangan diri, wisata-liburan, materi dan sosial. Tapi harus diingat ukuran dari pada aspek-aspek tersbut setiap orang tentu berbeda, dan berkembang untuk diperbarui secara terus menerus.
Ukuran Sukses dan Bahagia
Setiap orang punya paramater sendiri2, bahagia saya belum tentu sama dengan bahagia seorang presiden “SBY” misalnya, atau bahagia seorang pedagang asongan tentu berbeda dengan saya atau anda demikian pula dengan sukses.
Namun ada ukuran sukses yang perlu disimak seperti yang pernah saya baca : ” Seorang penulis buku terkenal, pembicara kelas dunia, sangat dihargai, disegani, dan dikagumi berbagai kalangan mengatakan : ukuran sukses saya ditentukan pada saat saya terbujur kaku di peti kematian saya. Pada saat itu, doa apakah istri dan anak-anak saya, kepada Tuhan mengenai saya.
Jika mereka ‘komplain’ kepada Tuhan mengapa Tuhan begitu cepat memanggil saya karena mereka masih membutuhkan saya, mereka masih merasa begitu bahagia menjalani hidup penuh kasih dan makna bersama saya, maka saya tahu saya adalah seorang sukses dan pemenang sejati.
Kisah Nyata terhadap dua anak penjual koran jalanan
Saya secara kebetulan menjumpai dua anak pedagang koran dijalan yang hendak mau pulang (selesai kerjaannya) , menurut saya kelihatan mereka sangat bahagia taktala akan pulang dengan beberapa uang ditangan karena hari itu dagangannya cukup banyak laku ; memilih-milih minuman diatas mobil pick-up tumpangannya dan memutuskan mengambil sebuah botol minuman isotonik”mizone” seharga 4500 per botol dan satu kaleng pocari sweat bukan sebotol aqua biasa atau minuman lainnya yang lebih murah. Dan melihat cara meminumnya menunjukan ekspresi kepuasan, kebahagian dan kesukseskan mereka hari itu. Menurut ku sebotol “mizone” hari itu adalah minuman spesial mereka untuk mendapatkan kebahagiaannya.
Jujur saya pun ikut lega melihat dua anak yang seharusnya sekolah namun harus berjualan di tengah asap mobil dan terik matahari ternyata dapat menemukan dan mendapatkan “kebahagiaannya” ; Tuhan memang sungguh adil , gumanku dalam hati.
