<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4082981259079594580</id><updated>2009-10-13T16:33:35.425-07:00</updated><title type='text'>Sukses Itu Butuh Modal</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tonira.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tonira.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tonira.blongbis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08200053985510975619</uri><email>tonira.blongbis@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4082981259079594580.post-2022868230106042513</id><published>2008-09-22T20:45:00.001-07:00</published><updated>2008-09-22T21:11:18.458-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_e96gmPzIlHI/SNhsKubCshI/AAAAAAAAACs/v74h18sGRso/s1600-h/1_225992354l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_e96gmPzIlHI/SNhsKubCshI/AAAAAAAAACs/v74h18sGRso/s200/1_225992354l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249064297216258578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:arial;" &gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ering kita dengar hidup kita adalah bagaikan roda yang berputar, menurut ku benar juga itu.&lt;br /&gt;Untuk menjadikan roda berjalan dengan baik, kuat menghadapi lobang jalan kehidupan, menjaga keseimbangan sehingga sampai pada akhir tujuannya perlu roda yang kuat.&lt;br /&gt;Bicara roda maka kekuatannya terletak pada jerujinya yang saling menyokong dengan kekuatan yang sama maka dari itu ukuran besar dan panjangnya mesti sama, jika tidak maka roda bisa tidak benar2 bulat sehingga jalannya roda bisa tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat atau ukuran kesuksesan dan kebahagian setiap orang adalah sangat berbeda-beda dan sangat tergantung pada pribadi masing-masing dan cara menyikapi apa itu sukses dan bahagia. Namun bila seseorang bersikukuh bahwa ia sudah sukses maka pada saat itu ia telah gagal.” Mengapa? karena dengan sikap mental seperti itu maka sebenarnya ia telah berhenti berkembang” kata seorang ahli re-educator &amp;amp; Mind navigator - Adi W Gunawan. Sedangkan sukses sendiri adalah sebuah perjalan hidup&lt;br /&gt;berdasarkan peta yang kita rancang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelaah pendapat tersebut , setiap kita mengindentifikasi suskes atau mencapai bahagia dengan uang atau jabatan adalah sebuah definisi yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;Jadi pada saat seseorang mengatakan ia sukses sebenarnya adalah ia telah mencapai suatu tahap tertentu dalam perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke roda kehidupan maka kita harus merancang berbagai aspek kehidupan agar hidup menjadi lebih seimbang seperti roda dan dapat berputar dengan mulus. Aspek-aspek kehidupan akan merupakan jeruji-jeruji dari pada roda tersebut yang harus mempunyai panjang sama. Aspek-aspek tersebut menurut saya : spiritual, finansial, bisnis-karir, keluarga, pengembangan diri, wisata-liburan, materi dan sosial. Tapi harus diingat ukuran dari pada aspek-aspek tersbut setiap orang tentu berbeda, dan berkembang untuk diperbarui secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran Sukses dan Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang punya paramater sendiri2, bahagia saya belum tentu sama dengan bahagia seorang presiden “SBY” misalnya, atau bahagia seorang pedagang asongan tentu berbeda dengan saya atau anda demikian pula dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada ukuran sukses yang perlu disimak seperti yang pernah saya baca : ” Seorang penulis buku terkenal, pembicara kelas dunia, sangat dihargai, disegani, dan dikagumi berbagai kalangan mengatakan : ukuran sukses saya ditentukan pada saat saya terbujur kaku di peti kematian saya. Pada saat itu, doa apakah istri dan anak-anak saya, kepada Tuhan mengenai saya.&lt;br /&gt;Jika mereka ‘komplain’ kepada Tuhan mengapa Tuhan begitu cepat memanggil saya karena mereka masih membutuhkan saya, mereka masih merasa begitu bahagia menjalani hidup penuh kasih dan makna bersama saya, maka saya tahu saya adalah seorang sukses dan pemenang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nyata terhadap dua anak penjual koran jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya secara kebetulan menjumpai dua anak pedagang koran dijalan yang hendak mau pulang (selesai kerjaannya) , menurut saya kelihatan mereka sangat bahagia taktala akan pulang dengan beberapa uang ditangan karena hari itu dagangannya cukup banyak laku ; memilih-milih minuman diatas mobil pick-up tumpangannya dan memutuskan mengambil sebuah botol minuman isotonik”mizone” seharga 4500 per botol dan satu kaleng pocari sweat bukan sebotol aqua biasa atau minuman lainnya yang lebih murah. Dan melihat cara meminumnya menunjukan ekspresi kepuasan, kebahagian dan kesukseskan mereka hari itu. Menurut ku sebotol “mizone” hari itu adalah minuman spesial mereka untuk mendapatkan kebahagiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya pun ikut lega melihat dua anak yang seharusnya sekolah namun harus berjualan di tengah asap mobil dan terik matahari ternyata dapat menemukan dan mendapatkan “kebahagiaannya” ; Tuhan memang sungguh adil , gumanku dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4082981259079594580-2022868230106042513?l=tonira.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tonira.blogspot.com/feeds/2022868230106042513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4082981259079594580&amp;postID=2022868230106042513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/2022868230106042513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/2022868230106042513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tonira.blogspot.com/2008/09/s-ering-kita-dengar-hidup-kita-adalah.html' title=''/><author><name>tonira.blongbis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08200053985510975619</uri><email>tonira.blongbis@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13484435341206150001'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_e96gmPzIlHI/SNhsKubCshI/AAAAAAAAACs/v74h18sGRso/s72-c/1_225992354l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4082981259079594580.post-3485404346584869973</id><published>2008-08-18T19:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T20:07:57.595-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebutir Beras</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak bisa kita pungkiri Olympiade 2008 di Beijing yang acara pembukaannya berlangsung sukses dan spektakuler tersebut mengundang decak kagum semua orang Cina yang sekarang muncul sebagai negara super power dahulunya pernah sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang berjumlah 1 milyar kala itu bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk mensejahterakan rakyatnya. Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun menjadi gantungan yaitu dari negara Uni Sovyet. Alkisah suatu hari terjadi perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet, " Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap tidak akan mampu membayar hutangnya. ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang sangat menyinggung perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kepada rakyatnya dengan cara menyiarkannya lewat siaran radio,perihal penghinaan dari pemimpin Sovyet itu, secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak segenap rakyat Cina untuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3 orang maka cukup sisihkan 3 butir beras. Nah , beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1 milyar butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberi hutang, yang telah menghina mereka. Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterhinaan yang mendalam telah membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut dengan tindakan nyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di stadion besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kisah di atas bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita yang tengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya dan sebentar lagi akan merayakan Dirgahayu Kemerdekaannya yang ke - 63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi manusia Indonesia yang demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi beban karena masih banyaknya tikus yang berada di lumbung beras Republik Indonesia Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan kekuatan dari hal kecil yang tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Sebutir padi sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Maukah kita? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4082981259079594580-3485404346584869973?l=tonira.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tonira.blogspot.com/feeds/3485404346584869973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4082981259079594580&amp;postID=3485404346584869973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/3485404346584869973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/3485404346584869973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tonira.blogspot.com/2008/08/arti-sebutir-beras.html' title='Arti Sebutir Beras'/><author><name>tonira.blongbis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08200053985510975619</uri><email>tonira.blongbis@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13484435341206150001'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4082981259079594580.post-7405371835002472363</id><published>2008-08-18T18:46:00.001-07:00</published><updated>2008-08-20T17:59:05.964-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Dalam dunia usaha, tentunya kita tidak bekerja sendirian. Melainkan kita bekerja sama dengan seorang partner yang mungkin dapat memperkuat modal usaha atau memperkuat dalam bidang manajemen. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Kebanyakan yang menjadi partner adalah orang-orang asing yang berada di Indonesia. Berbeda jika jita berada di negara maju, jika kita menjalankan usaha, maka kita harus berusaha sendiri tanpa didampingi partner karena pemerintah setempat siap melindungi usaha kita selama bermanfaat untuk negara maju tersebut. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Di Indonesia ini, begitu banyak orang ingin menjadi pengusaha. Saya tidak tahu alasannya apa, apakah memang mereka benar-benar siap menjadi pengusaha atau hanya mencari akal untuk mendapat modal dan pada akhirnya tidak dapat mempertahankan usahanya kemudian yang menjadi sasaran kesalahan adalah pemerintah Indonesia serta rakyat yang bodoh (katanya....).&lt;br /&gt;Umumnya, para pengusaha dadakan ini, sewaktu mendapat modal untuk menjalankan usahanya, yang pasti, tata keuangannya pasti berantakan. Karena pengusaha macam ini dengan segera menenteng hand phone dari berbagai seri dan mutakhir. Juga membawakan diri super sibuk dengan didampingi notebook yang mutakhir, minum cappucino di kafe ternama, berkeliaran di pub hotel berbintang lima, mengisap rokok atau cigar, dan jelasnya didampingi wanita yang super seksi dan cantik. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Dan sewaktu menjalankan pekerjaan dalam usahanya, dengan segera perintah anak buah. Jika ada partner, baik itu asing atau lokal yang kaya, maka si pengusaha sering perintah anak buah dan anak buah tidak memberikan hasil apapun. Bahkan sewaktu di bank, yang berbicara adalah sang sekretaris nan cantik. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Apakah pengusaha jenis ini yang dikatakan sebagai pengusaha berkualitas?&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja sebagai pengusaha, kita menggunakan hand phone atau notebook yang mutakhir. Bahkan boleh-boleh saja sebagai pengusaha, kita menikmati secangkir cappucino di hotel-hotel berbintang lima. Saya pun sebagai pengusaha, terkadang melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertimbangan adalah apakah hasil usaha kita sudah maksimal sehingga kita sudah layak untuk menikmati segala yang bersifat eksklusif? Dan untuk menuntaskan pekerjaan, bukan sekedar perintah anak buah, tetapi yang penting adalah ada hasil penuntasan pekerjaan.&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan berkata "Lho, saya perintah anak buah supaya mereka belajar?" Belajar tanpa mengerti dengan tujuan, adalah hal yang sia-sia. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Boleh-boleh saja kita meng-koordinasi atau mendelegasikan pekerjaan kepada anak buah. Dan ingat, cara pendelegasian tersebut harus diawali dengan penjelasan maksud tujuan dan penjelasan hasil yang diharapkan, sehingga anak buah dapat belajar dan tahu manfaat dalam menjalankan tugas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Netter yang berbahagia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Jika Anda ingin menjadi pengusaha yang berkualitas, tanyalah pada diri Anda sendiri, apakah Anda memang sudah siap menjadi pengusaha yang berkualitas?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Apakah Anda mudah menyalahkan pihak anak buah hanya karena pekerjaan tidak tuntas?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Apakah Anda mudah mengeluh?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt; Apakah Anda berani bertemu muka dengan siapa pun juga baik aparat, perbankan, pemimpin komunitas?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(153, 102, 51);"&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saran saya adalah persiapkan diri Anda dengan sebaik mungkin untuk menjadi pengusaha dengan percaya diri yang baik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Pengusaha yang berkualitas tidak pernah mengeluh!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Semoga sukses menjadi pengusaha yang berkualitas!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4082981259079594580-7405371835002472363?l=tonira.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tonira.blogspot.com/feeds/7405371835002472363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4082981259079594580&amp;postID=7405371835002472363' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/7405371835002472363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4082981259079594580/posts/default/7405371835002472363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tonira.blogspot.com/2008/08/dalam-dunia-usaha-tentunya-kita-tidak.html' title=''/><author><name>tonira.blongbis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08200053985510975619</uri><email>tonira.blongbis@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='13484435341206150001'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry></feed>